Kejayaan Sekaligus Kehancuran Peradaban Islam di Tanah Eropa

300
Views

Andalusia adalah sebuah komunitas otonomi Spanyol yang terletak di semenanjung Iberia bagian selatan. Nama Andalusia berasal dari bahasa Arab “Al Andalus” atau bahasa Gothic ‘landa-hlauts’ yang merujuk kepada semenanjung tempat pemerintahan Muslim pernah berjaya di masa lalu.
Periode kekuasaan Islam di Iberia dimulai ketika pasukan Ummayah berhasil mengalahkan kaum Visigoth yang saat itu menguasai Iberia. Selain itu, faktor lingkungan di mana wilayah tersebut memiliki toleransi agama yang tinggi membuat Islam disambut baik oleh warga Spanyol.
Selama berkuasa di Spanyol, Islam berhasil tumbuh dan berkembang hingga mencapai puncak kemajuan di berbagai bidang, terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Islam berhasil mendirikan berbagai lembaga pendidikan di penjuru kota sehingga mencetak para ilmuwan terkenal yang memberi berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, Islam juga berjaya dalam bidang kebudayaan di mana dibuktikan dengan berdirinya bangunan-bangunan megah seperti Masjid Cordova, kota Al Zahrah, Istana Ja’fariyah, tembok Tokdo, Masjid Sevilla, Istana Al Hamra, dan lain -lain.
Peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abd al Rahman III (912-961 M) di mana kota Cordova menjadi pusat peradaban Islam di dunia. Namun, keyajaan ini tidak berlangsung lama. Adanya perubahan struktur politik membawa kemunduran terhadap peradaban ini. Kemunduran tersebut mulai nampak ketika khalifah al Hakam II wafat hingga akhirnya membawa kehancuran terhadap peradaban Islam di Spanyol. Konflik dengan agama lain hingga kemunduran pada sektor ekonomi membuat Islam terusir dari wilayah ini. Meskipun begitu, jejak-jejak peninggalan kejayaan Islam di Spanyol tetap lestari hingga sekarang.

Selama berkuasa dalam rentang waktu yang panjang, Islam di Spanyol
telah mengisi lembaran sejarah Islam. Ia tumbuh, berkembang dan mencapai
kemajuan dalam berbagai bidang terutama ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Dari segi ilmu pengetahuan kemajuan Islam di Spanyol dapat dibuktikan
dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan, sehingga tidak ada kota,
betapapun kecilnya yang tidak memiliki sekolah. Setiap kota utama mempunyai
perguruan tinggi sendiri (Mahmudunnasir, tt: 307-308). Universitas Cordova
yang didirikan Abd al Rahman III dan Universitas Granada yang didirikan
Abu Yusuf al Hajjaj menjadi pusat perkembaagan ilmu pengetahuan. Kedua
lembaga pendidikan ini telah memberikan sumbangan yang penting terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan sekaligus memunculkan ilmuwan-ilmuwan yang terkenal bagi perkembangan Islam di dataran Eropa (Tim penulis IAIN Syahid, 1992: 121).
Sedang dalam bidang kebudayaan kemajuan Islam di Spanyol dibuktikan
el-Harakah, Vol. 11, No. 3, Tahun 2009 250 Firdaus dengan berdirinya gedung, kota, istana, mesjid dan taman. Di antara bangunan yang megah adalah mesjid Cordova, kota al Zahrah, istana Ja’fariyah, tembok Tokdo, mesjid Sevilla dan istana al Hamra di Granada (Yatim, 1994: 104).
Dalam catatan sejarah, kemajuan Islam mencapai puncaknya pada masa
pemerintahan Abd al Rahman III (912-961 M) dimana Cordova menjadi
pusat peradaban Islam di Barat, sekaligus menjadi salah satu pusat peradaban dunia (Hitti, 1970: 165). Setelah mencapai puncak kejayaan, kekuasaan Islam di Spanyol mengalami perubahan struktur politik yang membawa kepada kemunduran. Hal ini mulai tampak setelah wafatnya kalifah al Hakam II.
Kemunduran tersebut membawa kepada hancurannya Islam di Spanyol,
bahkan sampai kepada tragedi pembantaian dan pengusiran secara paksa
umat Islam oleh penguasa Kristen (Qutub, 1991: 51-55).

Kota-kota di Andalusia saat ini masih menyimpan sepenggal kisah atas kemajuan peradaban Islam di masa lalu. Cordoba, Granada, Sevilla, dan Toledo terbilang kota yang penting bagi peradaban Islam di Andalusia. Cordoba adalah pusat pemerintahan dan politik Andalusia, Madrid dan Toledo merupakan garda depan, Sevilla menjadi lumbung pangan, dan Granada adalah saksi kebangkitan sekaligus runtuhnya kepemimpinan umat Islam.
Kota-kota tersebut dapat Bapak/Ibu kunjungi dengan mengikuti perjalanan wisata selama 10 hari menyusuri peradaban Islam di benua Eropa bersama Muslim Travel. Bapak/Ibu juga dapat merasakan bagaimana masyarakat Andalusia rukun dan saling menghormati sehingga terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
Selain itu, Bapak/Ibu akan menyusuri jejak peradaban Islam di dataran Eropa lainnya seperti di Maroko. Maroko merupakan negara yang dikenal memiliki nuansa islam yang kental. Peradaban Islam mulai berkembang di negeri ini pada abad ke-7 masehi. Muslim Travel memfasilitasi perjalanan wisata muslim ke berbagai negara sehingga Bapak/Ibu dapat melihat langsung bukti kejayaan peradaban Islam di dunia, khususnya pada wilayah Eropa

Copyright © 2019 Kreasi Digital Sinergi. All Rights Reserved